Sunan Ibn Majah
Sunan Ibn Majah 3105
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ الْعَبْدِيُّ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ سِنَانِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ ذُؤَيْبًا الْخُزَاعِيَّ، حَدَّثَ أَنَّ النَّبِيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ كَانَ يَبْعَثُ مَعَهُ بِالْبُدْنِ ثُمَّ يَقُولُ " إِذَا عَطِبَ مِنْهَا شَىْءٌ فَخَشِيتَ عَلَيْهِ مَوْتًا فَانْحَرْهَا ثُمَّ اغْمِسْ نَعْلَهَا فِي دَمِهَا ثُمَّ اضْرِبْ صَفْحَتَهَا وَلاَ تَطْعَمْ مِنْهَا أَنْتَ وَلاَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ رُفْقَتِكَ " .
Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan kepada kami: Muhammad bin Bisyr Al-Abdi meriwayatkan kepada kami: Said bin Abi Arubah meriwayatkan kepada kami, dari Qatadah, dari Sinan bin Salamah, dari Ibnu Abbas, bahwa Dzu'aib Al-Khuza'i menceritakan bahwa Nabi ﷺ biasa mengirimkan hewan-hewan kurban bersamanya, lalu bersabda, “Jika salah satunya mengalami kondisi parah dan engkau khawatir ia akan mati, sembelihlah. Kemudian celupkan sandal yang terikat di lehernya ke dalam darahnya, lalu usapkan tanda itu pada sisi tubuhnya. Janganlah engkau dan seorang pun dari rombonganmu memakan darinya.”