Sunan Ibn Majah

Sunan Ibn Majah 2213

Apa yang Diriwayatkan Mengenai Orang yang Menjual Pohon Palem yang Diserbuki Atau Seorang Budak yang Memiliki Wea
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ رَبِّهِ بْنُ خَالِدٍ النُّمَيْرِيُّ أَبُو الْمُغَلِّسِ، حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ يَحْيَى بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، قَالَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَنَّ ثَمَرَ النَّخْلِ لِمَنْ أَبَّرَهَا إِلاَّ أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ وَأَنَّ مَالَ الْمَمْلُوكِ لِمَنْ بَاعَهُ إِلاَّ أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa 'Ubadah bin Samit berkata

"Rasulullah (ﷺ) memutuskan bahwa buah pohon palem adalah milik orang yang menyerbasinya, dan bahwa kekayaan seorang budak adalah milik orang yang menjualnya, kecuali pembeli menetapkan syarat."