حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ الْمِصْرِيُّ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَمَرَ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ . قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَجَعَلَ النَّاسُ عِدْلَهُ مُدَّيْنِ مِنْ حِنْطَةٍ .
Terjemahan
Diceritakan bahwa
Ibnu Abbas berkata: "Rasulullah (ﷺ) memerintahkan Zakatul-Fitr sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari ucapan kosong dan cabul, dan untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa membayarnya sebelum shalat Idul Fitri, itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa membayarnya setelah shalat, itu adalah sedekah (biasa)."