Sunan Ibn Majah

Sunan Ibn Majah 680

Menunggu Hingga Dingin Sebelum Shalat Zuhr Saat Panasnya Intens
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا تَمِيمُ بْنُ الْمُنْتَصِرِ الْوَاسِطِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ بَيَانٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ صَلاَةَ الظُّهْرِ بِالْهَاجِرَةِ فَقَالَ لَنَا ‏"‏ أَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ‏"
Terjemahan
Dikatakan bahwa Mughirah bin Shu'bah berkata

Kami sedang shalat Zuhr bersama Rasulullah pada saat panas yang hebat (yaitu tengah hari ketika matahari baru saja melewati puncaknya) dan dia berkata kepada kami, “Tunggulah sampai dingin sebelum kamu berdoa, karena panas yang hebat berasal dari kobaran api neraka.”