Sunan Ibn Majah
Sunan Ibn Majah 4168
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ " الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَلاَ تَعْجِزْ فَإِنْ غَلَبَكَ أَمْرٌ فَقُلْ قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ وَإِيَّاكَ وَاللَّوْ فَإِنَّ اللَّوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ " .
Muhammad bin ash-Shabbah menceritakan kepada kami: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Ajlan, dari al-A'raj, dari Abu Hurairah, yang menyandarkan hadis ini kepada Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing terdapat kebaikan. Berusahalah meraih apa yang bermanfaat bagimu dan jangan merasa tak berdaya. Jika suatu perkara mengalahkanmu, katakanlah, ‘Allah telah menetapkannya, dan apa yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.’ Waspadalah terhadap ucapan ‘seandainya’, karena ucapan ‘seandainya’ membuka jalan bagi perbuatan setan.”