Sunan Ibn Majah
Sunan Ibn Majah 4307
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ " لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لأُمَّتِي فَهِيَ نَائِلَةٌ مَنْ مَاتَ مِنْهُمْ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا " .
Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menyampaikan kepada kami; Abu Muawiyah telah menyampaikan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: “Setiap nabi memiliki satu doa yang dikabulkan. Setiap nabi menyegerakan doanya, sedangkan aku menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku. Syafaat itu akan diperoleh oleh siapa pun dari mereka yang meninggal tanpa mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah.”