Muwatta Malik
Book 45, Hadith 20
Aslam, maula Umar ibn al-Khaththab, mengunjungi Abdullah ibn Ayyasy al-Makhzumi lalu melihat di sisinya ada nabidz, ketika ia berada di jalan menuju Makkah. Aslam berkata kepadanya: “Minuman ini dicintai oleh Umar ibn al-Khaththab.”
Maka Abdullah ibn Ayyasy membawa sebuah gelas besar lalu datang membawanya kepada Umar ibn al-Khaththab dan meletakkannya di tangan Umar. Umar mendekatkannya ke mulutnya, kemudian mengangkat kepalanya lalu berkata: “Sesungguhnya ini benar-benar minuman yang baik.” Lalu ia minum darinya kemudian memberikannya kepada seorang laki-laki di sebelah kanannya.
Ketika Abdullah berpaling pergi, Umar ibn al-Khaththab memanggilnya lalu berkata: “Apakah engkau orang yang mengatakan bahwa Makkah lebih baik daripada Madinah?” Abdullah berkata: “Aku berkata: Ia adalah tanah haram Allah dan keamanan-Nya, dan di dalamnya terdapat rumah-Nya.”
Umar berkata: “Tentang rumah Allah dan tentang tanah haram-Nya aku tidak mengatakan apa pun.”
Kemudian Umar berkata: “Apakah engkau orang yang mengatakan bahwa Makkah lebih baik daripada Madinah?” Ia berkata: “Aku berkata: Ia adalah tanah haram Allah dan keamanan-Nya, dan di dalamnya terdapat rumah-Nya.” Maka Umar berkata: “Tentang tanah haram Allah dan tentang rumah-Nya aku tidak mengatakan apa pun.” Kemudian ia pergi.