Muwatta Malik
Book 16, Hadith 26
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، كَانَ يَقُولُ لاَ يُصَلِّي الرَّجُلُ عَلَى الْجَنَازَةِ إِلاَّ وَهُوَ طَاهِرٌ . قَالَ يَحْيَى سَمِعْتُ مَالِكًا يَقُولُ لَمْ أَرَ أَحَدًا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ يَكْرَهُ أَنْ يُصَلَّى عَلَى وَلَدِ الزِّنَا وَأُمِّهِ .
Terjemahan
Abdullah bin Umar biasa berkata: “Tidaklah seseorang menyalatkan jenazah kecuali dalam keadaan suci.”
Yahya berkata: “Aku mendengar Malik berkata: Aku tidak melihat seorang pun dari kalangan orang-orang berilmu yang memakruhkan menyalatkan anak hasil zina dan ibunya.”