Muwatta Malik
Book 52, Hadith 8
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ كَانَ إِذَا وَجَدَ أَحَدًا مِنْ أَهْلِهِ يَلْعَبُ بِالنَّرْدِ ضَرَبَهُ وَكَسَرَهَا . قَالَ يَحْيَى وَسَمِعْتُ مَالِكًا يَقُولُ لاَ خَيْرَ فِي الشَّطْرَنْجِ . وَكَرِهَهَا وَسَمِعْتُهُ يَكْرَهُ اللَّعِبَ بِهَا وَبِغَيْرِهَا مِنَ الْبَاطِلِ وَيَتْلُو هَذِهِ الآيَةَ {فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ }.
Terjemahan
Apabila ia mendapati salah seorang dari keluarganya bermain nard, ia memukulnya dan memecahkannya.
Yahya berkata: Aku mendengar Malik berkata: “Tidak ada kebaikan dalam catur.” Dan ia membencinya, dan aku mendengarnya membenci permainan dengannya dan dengan selainnya yang termasuk kebatilan, dan ia membaca ayat ini: “Maka tidak ada setelah kebenaran kecuali kesesatan.”