Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 1295
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخَذَ حُجْرَةً فِي الْمَسْجِدِ مِنْ حَصِيرٍ فَصَلَّى فِيهَا لَيَالِيَ حَتَّى اجْتَمَعَ عَلَيْهِ نَاسٌ ثُمَّ فَقَدُوا صَوْتَهُ لَيْلَةً وَظَنُّوا أَنَّهُ قَدْ نَامَ فَجَعَلَ بَعْضُهُمْ يَتَنَحْنَحُ لِيَخْرُجَ إِلَيْهِمْ. فَقَالَ: مَا زَالَ بِكُمُ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ صَنِيعِكُمْ حَتَّى خَشِيتُ أَنْ يُكْتَبَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ كُتِبَ عَلَيْكُمْ مَا قُمْتُمْ بِهِ. فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ صَلَاةِ الْمَرْء فِي بَيته إِلَّا الصَّلَاة الْمَكْتُوبَة)
Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.
Zaid bin Tsabit meriwayatkan bahwa Rasulullah membuat sebuah ruang berpembatas tikar pelepah kurma di masjid dan salat di sana selama beberapa malam hingga orang-orang berkumpul di sekeliling beliau. Suatu malam mereka tidak mendengar suara beliau dan mengira beliau tertidur. Sebagian orang berdeham agar beliau keluar menemui mereka. Beliau berkata, “Kalian terus melakukan apa yang kulihat kalian lakukan sampai aku khawatir amalan itu diwajibkan atas kalian. Jika diwajibkan, kalian tidak akan sanggup menunaikannya. Wahai manusia, salatlah di rumah kalian, sebab salat terbaik seseorang adalah yang ia kerjakan di rumahnya, kecuali salat wajib.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.