وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «إِن بِلَالًا يُؤذن بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُنَادِيَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُوم» ثمَّ قَالَ: وَكَانَ رَجُلًا أَعْمَى لَا يُنَادِي حَتَّى يُقَالَ لَهُ: أَصبَحت أَصبَحت
Terjemahan

Abu Huraira mengatakan bahwa ketika Utusan Tuhan kembali dari ekspedisi ke Khaibar,1 dia melakukan perjalanan satu malam dan berhenti untuk istirahat hanya ketika dia mengantuk. Dia mengatakan kepada Bilal untuk tetap berjaga-jaga di malam hari, dan dia berdoa sebanyak yang dia bisa sementara Utusan Tuhan dan teman-temannya tidur. Ketika waktu fajar tiba, Bilal bersandar pada untanya menghadap ke arah dari mana fajar akan muncul; tetapi dia tertidur ketika dia sedang bersandar pada untanya, dan tidak ada Rasul Allah maupun Bilal pun tidak bangun, dan tidak ada seorang pun dari teman-temannya sampai matahari menyinari mereka. Utusan Allah adalah orang pertama di antara mereka yang bangun, dan karena terkejut dia memanggil Bilal, yang berkata, “Dia yang mengambil jiwaku adalah Dia yang mengambil jiwamu.” 2 Dia berkata, “Pimpin binatang-binatang itu,” dan ketika mereka melakukannya untuk jarak tertentu, Rasul Allah melakukan wudhu, memberi perintah kepada Bilal yang mengucapkan iqama, dan kemudian memimpin mereka dalam Shalat Pagi. Ketika dia selesai shalat, dia berkata, “Barangsiapa lupa shalat, hendaklah ia ucapkan itu ketika dia mengingatnya, karena Allah telah berfirman, 'Dan ambillah doa itu untuk mengenang aku. '” 3 1. Dalam 7 AH. 2. Hal ini mungkin terkait dengan pemikiran dalam Al-Qur'an, 39:42, yang berbicara tentang Tuhan mengambil jiwa manusia selama tidur mereka. 3. Al-Qur'an; 20:14 Muslim menuliskannya.