Masjid dan Tempat Shalat - Bagian 2 Mishkat al-Masabih 734, 735

Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُسْتَقَادَ فِي الْمَسْجِدِ وَأَنْ يُنْشَدَ فِيهِ الْأَشْعَارُ وَأَنْ تُقَامَ فِيهِ الْحُدُودُ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ فِي سُنَنِهِ وَصَاحِبُ جَامِعِ الْأُصُولِ فِيهِ عَنْ حَكِيمٍ وَفِي المصابيح عَن جَابر
Terjemahan

Hakim b Hizam mengatakan bahwa Rasulullah melarang pembalasan dilakukan di masjid, pembacaan puisi di dalamnya, dan hukuman di dalamnya. Abu Dawud dalam bukunya Sunan dan penulis Jami' al-usul (Ibnu al-Athir) dalam karyanya mentransmisikannya dari Hakim, tetapi dalam al-Masabih ditransmisikan dari Jabir.