Sifat Doa - Bagian 2 Mishkat al-Masabih 805
Teks hadis bahasa Arab
وَعَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الصَّلَاةُ مَثْنَى مثنى تشهد فِي كل رَكْعَتَيْنِ وَتَخَشُّعٌ وَتَضَرُّعٌ وَتَمَسْكُنٌ ثُمَّ تُقْنِعُ يَدَيْكَ يَقُول ك تَرْفَعُهُمَا إِلَى رَبِّكَ مُسْتَقْبِلًا بِبُطُونِهِمَا وَجْهَكَ وَتَقُولُ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَهُوَ كَذَا وَكَذَا» . وَفِي رِوَايَةٍ: «فَهُوَ خداج» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Terjemahan
Al-Fadl b. 'Abbas melaporkan Rasulullah berkata, “Shalat itu berdua, setiap dua raka'at berisi ucapan tahiyat, dan tindakan tunduk, doa dan kerendahan hati. Maka hendaklah kamu angkat tanganmu kepada Tuhanmu dengan telapak tangan menghadap wajahmu, dan katakanlah: “Tuhanku, Tuhanku”. Siapa pun yang tidak melakukan itu adalah itu dan itu.” * Sebuah versi memiliki, “bersalah karena ketidaksempurnaan.” * Sebuah frasa samar yang menunjukkan bahwa doa itu rusak. Tirmidhi mengirimkannya.