Menyebutkan Tuhan setelah Shalat - Bagian 3 Mishkat al-Masabih 974

Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَعْوَاد الْمِنْبَرِ يَقُولُ: «مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دبر كل صَلَاة لم يمنعهُ من دُخُولَ الْجَنَّةِ إِلَّا الْمَوْتُ وَمَنْ قَرَأَهَا حِينَ يَأْخُذُ مَضْجَعَهُ آمَنَهُ اللَّهُ عَلَى دَارِهِ وَدَارِ جَارِهِ وَأَهْلِ دُوَيْرَاتٍ حَوْلَهُ» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شعب الْإِيمَان وَقَالَ إِسْنَاده ضَعِيف
Terjemahan
'Ali berkata

Aku mendengar Rasulullah berkata di atas kayu mimbar ini, “Barangsiapa membaca ayat Takhta (Al-Qur'an; 2:255) di akhir setiap shalat, tidak ada apa-apa selain kematian yang akan menghalangi dia memasuki surga; dan jika dia membacanya ketika dia tidur, Tuhan akan memberikan keamanan kepada rumahnya, rumah tetangganya, dan penghuni tempat tinggal kecil di sekitarnya.” Bahaqi menyebarkannya di Syu'ab. al-iman, tetapi mengatakan bahwa isnadnya lemah.