Apa yang tidak boleh dilakukan selama Shalat dan apa yang diizinkan - Bagian 1 Mishkat al-Masabih 985, 986
Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ» . رَوَاهُ مُسلم
وَفِي رِوَايَةِ الْبُخَارِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:" إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ وَلَا يَقُلْ: هَا فَإِنَّمَا ذَلِكُمْ مِنَ الشَّيْطَان يضْحك مِنْهُ "
Terjemahan
Abu Sa'id melaporkan Rasulullah berkata, “Ketika salah satu dari kalian menguap saat shalat dia harus menahannya sebanyak mungkin, karena iblis masuk.” Muslim menularkannya. Dalam versi Bukhari dari Abu Huraira dia berkata, “Ketika salah satu dari kalian menguap saat shalat dia harus menahannya sebanyak mungkin dan tidak mengatakan 'Ha', karena itu berasal dari iblis yang menertawakannya.” (Atau “di situ”, yaitu pada tindakan ini).