عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَا عَلِيُّ ثَلَاثٌ لَا تُؤَخِّرْهَا الصَّلَاةُ إِذَا أَتَتْ وَالْجِنَازَةُ إِذَا حَضَرَتْ وَالْأَيِّمُ إِذَا وَجَدْتَ لَهَا كُفُؤًا» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Terjemahan
Ibnu 'Umar melaporkan Rasulullah yang mengatakan, "Waktu paling awal untuk shalat adalah apa yang menyenangkan Tuhan, dan waktu yang paling lambat adalah apa yang diizinkan Tuhan sebagai konsesi." Tirmidzi mengirimkannya.