Hadiah untuk Memuliakan, Memuji, Menyatakan Kesatuan Tuhan dan Kebesaran-Nya - Bagian 3 Mishkat al-Masabih 2318

Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى شَجَرَةٍ يَابِسَةِ الْوَرَقِ فَضَرَبَهَا بِعَصَاهُ فَتَنَاثَرَ الْوَرَقُ فَقَالَ: «إِنَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ تُساقطُ ذُنوبَ العَبدِ كَمَا يتَساقطُ وَرَقُ هَذِهِ الشَّجَرَةِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ. وَقَالَ: هَذَا حديثٌ غَرِيب
Terjemahan

Anas berkata bahwa, ketika datang ke pohon yang daunnya layu, utusan Allah memukulnya dengan tongkatnya, dan daunnya berserakan. Dia kemudian berkata bahwa “Puji bagi Tuhan; Kemuliaan bagi Tuhan; Tidak ada tuhan selain Tuhan; dan Tuhan Maha Besar” menyebabkan dosa-dosa manusia jatuh seperti daun pohon itu jatuh. Tirmidhi mengirimkannya, mengatakan ini adalah tradisi gharib.