عَن طلحةَ بنِ عبيدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلَالَ قَالَ: «اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ. وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ
Terjemahan

Abu Bakra melaporkan bahwa utusan Allah mengatakan bahwa permohonan yang harus digunakan oleh orang yang tertekan adalah, “Ya Tuhan, rahmat-Mu adalah apa yang saya harapkan. Jangan tinggalkan aku untuk diriku sendiri untuk sesaat, tetapi atur semua urusanku dengan baik untukku. Tidak ada tuhan selain Engkau.” Abu Dawud menuliskannya.