Permohonan yang Harus Dibuat di Berbagai Waktu - Bagian 3 Mishkat al-Masabih 2455

Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قُلْنَا يَوْمَ الْخَنْدَقِ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ مِنْ شَيْءٍ نَقُولُهُ؟ فَقَدْ بَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ قَالَ: «نَعَمْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا» قَالَ: فَضَرَبَ اللَّهُ وُجُوهَ أَعْدَائِهِ بِالرِّيحِ وَهَزَمَ اللَّهُ بِالرِّيحِ. رَوَاهُ أَحْمد
Terjemahan

Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa pada pertempuran Parit [pengepungan Madinah pada 5 H. H.] mereka bertanya kepada utusan Allah apakah ada sesuatu yang dapat mereka ulangi, karena hati mereka ada di mulut mereka.* Dia menjawab bahwa ada; mereka harus berkata, “Ya Tuhan, tutupi titik-titik bahaya kami (1) dan beri keamanan dari ketakutan.” Dia berkata bahwa Tuhan kemudian mengirim angin ke wajah musuh-musuh-musuh-Nya dan Tuhan mengalahkan mereka oleh angin. *Secara harfiah, 'Karena hati telah mencapai pipa-pipa angin.'1. Kata itu adalah 'aurat yang digunakan dalam doa serupa pada hal. 510. Di sana diterjemahkan 'kesalahan'. Arti lain mengacu pada tempat-tempat di perbatasan, dll., yang memberikan bukaan kepada musuh, dan begitu juga tempat-tempat di mana kehati-hatian diperlukan. Ini tampaknya lebih cocok dalam konteks saat ini. Bdk Mirqat, iii, 134.Ahmad mentransmisikannya.