عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فَيْمَنْ عِنْدَهُ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Terjemahan

Abu Huraira melaporkan bahwa utusan Tuhan menyatakan bahwa Tuhan telah berkata, “Jika seseorang memusuhi teman saya, saya telah menyatakan perang terhadapnya. Tidak seorang pun mendekat kepadaku dengan sesuatu yang lebih berharga bagiku daripada apa yang telah Kuwajibkan untuknya. Jika hamba-Ku terus mendekat kepada-Ku dengan tindakan yang luar biasa, aku akan mengasihi dia, dan ketika aku mengasihi dia, aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, penglihatannya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dia pegang dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Jikalau ia meminta kepada-Ku, pasti akan kuberikan kepadanya, dan jika ia berlindung kepada-Ku, sesungguhnya aku akan memberinya perlindungan. Saya tidak ragu-ragu tentang apa pun yang saya lakukan karena saya ragu untuk mengambil jiwa orang percaya yang tidak menyukai kematian, karena saya tidak suka berduka padanya, tetapi dia tidak dapat menghindarinya.” Bukhari mengirimkannya.