Mengenang Tuhan dan mendekat kepada-Nya - Bagian 3 Mishkat al-Masabih 2286
Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «لِكُلِّ شَيْءٍ صِقَالَةٌ وَصِقَالَةُ الْقُلُوبِ ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا مِنْ شَيْءٍ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ» قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلَا أَنْ يَضْرِبَ بِسَيْفِهِ حَتَّى يَنْقَطِعَ» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي الدَّعَوَاتِ الْكَبِيرِ
Terjemahan
'Abdallah b. 'Umar mengatakan bahwa Nabi biasa berkata, “Segala sesuatu memiliki semir, dan semir untuk hati adalah ingatan akan Tuhan. Tidak ada yang lebih diperhitungkan untuk kembali dari hukuman Allah selain mengingat Allah. Dia ditanya apakah ini tidak berlaku juga untuk jihad di jalan Tuhan, dan berkata, “Bahkan jika seseorang harus mengayunkan pedangnya sampai patah.” Baihaqi menuliskannya dalam [Kitab] ad-Da'awat al-Kabir.