Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 5660
وَعَن ابْن عَبَّاس: (مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى. . . . وَلَقَدْ رَآهُ نزلة أُخْرَى) قَالَ: رَآهُ بِفُؤَادِهِ مَرَّتَيْنِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَفِي رِوَايَة لِلتِّرْمِذِي قَالَ: رَأَى مُحَمَّدٌ رَبَّهُ. قَالَ عِكْرِمَةُ قُلْتُ: أَلَيْسَ اللَّهُ يَقُولُ: (لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يدْرك الْأَبْصَار) ؟ قَالَ: وَيحك إِذَا تَجَلَّى بِنُورِهِ الَّذِي هُوَ نُورُهُ وَقَدْ رأى ربه مرَّتَيْنِ
Ibn ʿAbbās meriwayatkan tentang firman Allah, “Hatinya tidak mendustakan apa yang dilihatnya,” dan, “Sungguh, ia telah melihatnya pada kesempatan yang lain,” lalu berkata, “Ia melihat-Nya dengan hati sebanyak dua kali.” Diriwayatkan oleh Muslim. Dalam riwayat al-Tirmidzī disebutkan bahwa Muḥammad melihat Tuhannya. ʿIkrimah bertanya kepada Ibn ʿAbbās, “Bukankah Allah berfirman, ‘Penglihatan tidak dapat menjangkau-Nya, tetapi Dia menjangkau semua penglihatan’?” Ibn ʿAbbās menjawab, “Celakalah engkau! Ketika Dia menampakkan diri dengan cahaya-Nya—yang memang cahaya-Nya—ia telah melihat Tuhannya dua kali.”