Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 5858
وَعَن خبَّاب بن الأرتِّ قَالَ: شَكَوْنَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ وَقد لَقينَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ شِدَّةً فَقُلْنَا: أَلَا تَدْعُو اللَّهَ فَقَعَدَ وَهُوَ مُحْمَرٌّ وَجْهُهُ وَقَالَ: «كَانَ الرَّجُلُ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي الْأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهِ فَيُجَاءُ بِمِنْشَارٍ فَيُوضَعُ فَوْقَ رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَيْنِ فَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَاللَّهِ لَيَتِمَّنَّ هَذَا الْأَمْرُ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لَا يَخَافُ إِلَّا الله أَو الذِّئْب على غنمه ولكنَّكم تَسْتَعْجِلُون» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Khabbab bin al-Aratt meriwayatkan, “Kami mengadukan kepada Nabi ﷺ penderitaan berat yang kami alami dari orang-orang musyrik. Saat itu beliau berbaring di bawah naungan Ka‘bah dengan kepala beralaskan selendangnya. Kami bertanya, ‘Tidakkah engkau memohon pertolongan Allah bagi kami?’ Beliau lalu duduk, wajahnya memerah, dan bersabda, ‘Orang-orang sebelum kalian pernah dibuatkan lubang di tanah, lalu ia dimasukkan ke dalamnya. Kemudian didatangkan gergaji, diletakkan di atas kepalanya, lalu tubuhnya dibelah menjadi dua. Namun hal itu tidak memalingkannya dari agamanya. Demi Allah, urusan ini akan disempurnakan hingga seorang pengendara berjalan dari San‘a ke Hadramaut tanpa takut kepada siapa pun selain Allah, atau takut serigala memangsa kambingnya. Namun kalian terlalu tergesa-gesa.’” Diriwayatkan oleh al-Bukhari.