Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 5861
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو سُفْيَانَ بْنُ حَرْبٍ مِنْ فِيهِ إِلَى فِيَّ قَالَ: انْطَلَقْتُ فِي الْمُدَّةِ الَّتِي كَانَتْ بَيْنِي وَبَيَّنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: فَبينا أَنا بِالشَّام إِذْ جِيءَ بِكِتَاب النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى هِرَقْلَ. قَالَ: وَكَانَ دِحْيَةُ الْكَلْبِيُّ جَاءَ بِهِ فَدَفَعَهُ إِلَى عَظِيمِ بُصْرَى فَدَفَعَهُ عَظِيمُ بُصْرَى إِلَى هِرَقْلَ فَقَالَ هِرَقْلُ: هَلْ هُنَا أَحَدٌ مِنْ قَوْمِ هَذَا الرَّجُلِ الَّذِي يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ؟ قَالُوا: نَعَمْ فَدُعِيتُ فِي نَفَرٍ مِنْ قُرَيْشٍ فَدَخَلْنَا عَلَى هِرَقْلَ فَأَجْلَسَنَا بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ: أَيُّكُمْ أَقْرَبُ نَسَبًا مِنْ هَذَا الرَّجُلِ الَّذِي يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ؟ قَالَ أَبُو سُفْيَانَ: فَقُلْتُ: أَنَا فَأَجْلَسُونِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَجْلَسُوا أَصْحَابِي خَلْفِي ثُمَّ دَعَا بِتَرْجُمَانِهِ فَقَالَ: قُلْ لَهُمْ: إِنِّي سَائِلٌ هَذَا عَنْ هَذَا الرَّجُلِ الَّذِي يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ فَإِنْ كَذَبَنِي فَكَذِّبُوهُ. قَالَ أَبُو سُفْيَانُ: وَايْمُ اللَّهِ لَوْلَا مَخَافَةُ أَنْ يُؤْثَرَ عَلَيَّ الْكَذِبُ لَكَذَبْتُهُ ثُمَّ قَالَ لِتَرْجُمَانِهِ: سَلْهُ كَيْفَ حَسَبُهُ فِيكُمْ؟ قَالَ: قُلْتُ: هُوَ فِينَا ذُو حَسَبٍ. قَالَ: فَهَلْ كَانَ مِنْ آبَائِهِ مِنْ مَلِكٍ؟ قُلْتُ: لَا. قَالَ: فَهَلْ كُنْتُمْ تَتَّهِمُونَهُ بِالْكَذِبِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ مَا قَالَ؟ قُلْتُ: لَا. قَالَ: وَمَنْ يَتْبَعُهُ؟ أَشْرَافُ النَّاسِ أَمْ ضُعَفَاؤُهُمْ؟ قَالَ: قُلْتُ: بَلْ ضُعَفَاؤُهُمْ. قَالَ: أَيَزِيدُونَ أَمْ يَنْقُصُونَ؟ قُلْتُ: لَا بَلْ يَزِيدُونَ. قَالَ: هَلْ يَرْتَدُّ أَحَدٌ مِنْهُمْ عَنْ دِينِهِ بَعْدَ أَنْ يَدْخُلَ فِيهِ سَخْطَةً لَهُ؟ قَالَ: قلت: لَا. قلت: فَهَلْ قَاتَلْتُمُوهُ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: فَكَيْفَ كَانَ قِتَالُكُمْ إِيَّاهُ؟ قَالَ: قُلْتُ: يَكُونُ الْحَرْبُ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ سِجَالًا يُصِيبُ مِنَّا وَنُصِيبُ مِنْهُ. قَالَ: فَهَلْ يَغْدِرُ؟ قُلْتُ: لَا وَنَحْنُ مِنْهُ فِي هَذِهِ الْمُدَّةِ لَا نَدْرِي مَا هُوَ صَانِعٌ فِيهَا؟ قَالَ: وَاللَّهِ مَا أَمْكَنَنِي مِنْ كَلِمَةٍ أُدْخِلُ فِيهَا شَيْئًا غَيْرَ هَذِهِ. قَالَ: فَهَلْ قَالَ هَذَا الْقَوْلَ أَحَدٌ قَبْلَهُ؟ قُلْتُ: لَا. ثُمَّ قَالَ لِتَرْجُمَانِهِ: قُلْ لَهُ: إِنِّي سَأَلْتُكَ عَنْ حَسَبِهِ فِيكُمْ فَزَعَمْتَ أَنَّهُ فِيكُمْ ذُو حَسَبٍ وَكَذَلِكَ الرُّسُلُ تُبْعَثُ فِي أَحْسَابِ قَوْمِهَا. وَسَأَلْتُكَ هَلْ كَانَ فِي آبَائِهِ مَلِكٌ؟ فَزَعَمْتَ أَنْ لَا فَقُلْتُ: لَوْ كَانَ مِنْ آبَائِهِ مَلِكٌ. قُلْتُ: رَجُلٌ يَطْلُبُ مُلْكَ آبَائِهِ. وَسَأَلْتُكَ عَنْ أَتْبَاعه أضعافاؤهم أَمْ أَشْرَافُهُمْ؟ فَقُلْتَ: بَلْ ضُعَفَاؤُهُمْ وَهُمْ أَتْبَاعُ الرُّسُلِ. وَسَأَلْتُكَ: هَلْ كُنْتُمْ تَتَّهِمُونَهُ بِالْكَذِبِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ مَا قَالَ؟ فَزَعَمْتَ أَنْ لَا فَعَرَفْتُ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ لِيَدَعَ الْكَذِبَ عَلَى النَّاسِ ثُمَّ يَذْهَبُ فَيَكْذِبُ عَلَى اللَّهِ. وَسَأَلْتُكَ: هَلْ يَرْتَدُّ أَحَدٌ مِنْهُمْ عَنْ دِينِهِ بَعْدَ أَنْ يَدْخُلَ فِيهِ سَخْطَةً لَهُ؟ فَزَعَمْتَ أَنْ لَا وَكَذَلِكَ الْإِيمَانُ إِذَا خَالَطَ بَشَاشَتُهُ الْقُلُوبَ. وَسَأَلْتُكَ هَلْ يَزِيدُونَ أَمْ يَنْقُصُونَ؟ فَزَعَمْتَ أَنَّهُمْ يَزِيدُونَ وَكَذَلِكَ الْإِيمَانُ حَتَّى يَتِمَّ وَسَأَلْتُكَ هَلْ قَاتَلْتُمُوهُ؟ فَزَعَمْتَ أَنَّكُمْ قَاتَلْتُمُوهُ فَتَكُونُ الْحَرْبُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ سِجَالًا يَنَالُ مِنْكُمْ وَتَنَالُونَ مِنْهُ وَكَذَلِكَ الرُّسُلُ تُبْتَلَى ثُمَّ تَكُونُ لَهَا الْعَاقِبَةُ. وَسَأَلْتُكَ هَلْ يَغْدِرُ فَزَعَمْتَ أَنَّهُ لَا يَغْدِرُ وَكَذَلِكَ الرُّسُلُ لَا تَغْدِرُ وَسَأَلْتُكَ هَلْ قَالَ هَذَا الْقَوْلَ أَحَدٌ قَبْلَهُ؟ فَزَعَمْتَ أَنْ لَا فَقُلْتُ: لَوْ كَانَ قَالَ هَذَا الْقَوْلَ أَحَدٌ قَبْلَهُ قُلْتُ: رَجُلٌ ائْتَمَّ بِقَوْلٍ قِيلَ قَبْلَهُ. قَالَ: ثُمَّ قَالَ: بِمَا يَأْمُرُكُمْ؟ قُلْنَا: يَأْمُرُنَا بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالصِّلَةِ وَالْعَفَافِ. قَالَ: إِنْ يَكُ مَا تَقُولُ حَقًّا فَإِنَّهُ نَبِيٌّ وَقَدْ كُنْتُ أَعْلَمَ أَنَّهُ خَارِجٌ وَلَمْ أَكُنْ أَظُنُّهُ مِنْكُمْ وَلَوْ أَنِّي أَعْلَمُ أَنِّي أَخْلُصُ إِلَيْهِ لَأَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ وَلَوْ كُنْتُ عِنْدَهُ لَغَسَلْتُ عَنْ قَدَمَيْهِ وَلَيَبْلُغَنَّ مُلْكُهُ مَا تَحْتَ قَدَمَيَّ. ثُمَّ دَعَا بِكِتَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَرَأَهُ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَقَدْ سَبَقَ تَمَامُ الْحَدِيثِ فِي «بَاب الْكتاب إِلى الكفَّار»
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Abu Sufyan bin Harb bercerita langsung kepadanya, “Aku berangkat pada masa gencatan senjata antara aku dan Rasulullah ﷺ. Ketika berada di Syam, surat Nabi ﷺ dibawa kepada Heraklius. Dihyah al-Kalbi telah menyerahkannya kepada penguasa Busra, lalu penguasa Busra meneruskannya kepada Heraklius. Heraklius bertanya, ‘Adakah seseorang dari kaum orang yang mengaku nabi itu di sini?’ Mereka menjawab, ‘Ada.’ Aku pun dipanggil bersama sekelompok orang Quraisy. Kami masuk menemui Heraklius dan ia menyuruh kami duduk di hadapannya. Ia bertanya, ‘Siapakah di antara kalian yang nasabnya paling dekat dengan orang yang mengaku nabi itu?’ Aku menjawab, ‘Aku.’ Ia menyuruhku duduk di hadapannya dan teman-temanku duduk di belakangku. Kemudian ia memanggil penerjemahnya dan berkata, ‘Katakan kepada mereka bahwa aku akan bertanya kepada orang ini tentang orang yang mengaku nabi itu. Jika ia berdusta kepadaku, bantahlah dia.’ Demi Allah, seandainya aku tidak takut teman-temanku akan menyebarkan kebohonganku, niscaya aku akan berdusta tentangnya. Heraklius menyuruh penerjemahnya bertanya kepadaku, ‘Bagaimana kedudukan nasabnya di antara kalian?’ Aku menjawab, ‘Ia berasal dari keluarga terhormat.’ ‘Adakah leluhurnya yang pernah menjadi raja?’ ‘Tidak.’ ‘Apakah kalian pernah menuduhnya berdusta sebelum ia menyampaikan apa yang disampaikannya sekarang?’ ‘Tidak.’ ‘Siapa yang mengikutinya, orang-orang terpandang atau orang-orang lemah?’ ‘Orang-orang lemah.’ ‘Apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang?’ ‘Bertambah.’ ‘Adakah orang yang meninggalkan agamanya karena kecewa setelah memeluknya?’ ‘Tidak.’ ‘Apakah kalian pernah memeranginya?’ ‘Ya.’ ‘Bagaimana jalannya peperangan antara kalian?’ ‘Kadang kami menang dan kadang ia menang; ia menimpakan kerugian kepada kami dan kami pun menimpakan kerugian kepadanya.’ ‘Apakah ia berkhianat?’ ‘Tidak, tetapi saat ini kami terikat gencatan senjata dengannya dan kami tidak tahu apa yang akan ia lakukan selama masa itu.’ Demi Allah, aku tidak dapat mengubah jawabanku itu dengan menambahkan sesuatu. Heraklius bertanya, ‘Apakah ada orang yang pernah menyampaikan seruan seperti itu sebelum dia?’ Aku menjawab, ‘Tidak.’ Heraklius berkata, ‘Aku bertanya tentang nasabnya dan engkau mengatakan ia berasal dari keluarga terhormat. Demikianlah para rasul diutus dari keluarga terpandang kaumnya. Aku bertanya apakah leluhurnya pernah menjadi raja dan engkau menjawab tidak. Jika demikian, aku akan mengira ia hendak merebut kembali kerajaan leluhurnya. Aku bertanya apakah pengikutnya orang lemah atau terpandang; engkau menjawab orang lemah, dan demikianlah pengikut para rasul. Aku bertanya apakah kalian menuduhnya berdusta sebelum ia menyampaikan risalahnya; engkau menjawab tidak. Aku tahu bahwa ia tidak akan meninggalkan dusta kepada manusia lalu berdusta atas nama Allah. Aku bertanya apakah ada yang meninggalkan agamanya karena kecewa setelah memeluknya; engkau menjawab tidak. Demikianlah iman ketika keindahannya telah meresap ke dalam hati. Aku bertanya apakah pengikutnya bertambah atau berkurang; engkau menjawab bertambah, dan demikianlah iman tumbuh hingga sempurna. Aku bertanya apakah kalian pernah memeranginya; engkau menjawab ya, dan peperangan di antara kalian berlangsung silih berganti; demikianlah para rasul diuji, kemudian kesudahan yang baik menjadi milik mereka. Aku bertanya apakah ia berkhianat; engkau menjawab tidak, dan para rasul tidak berkhianat. Aku bertanya apakah ada yang menyampaikan seruan itu sebelumnya; engkau menjawab tidak. Jika ada, aku akan mengira ia hanya mengikuti perkataan orang sebelumnya.’” Heraklius kemudian bertanya, “Apa yang ia perintahkan kepada kalian?” Kami menjawab, “Ia memerintahkan kami salat, menunaikan zakat, menjaga hubungan kekerabatan, dan menjaga kehormatan diri.” Heraklius berkata, “Jika yang engkau katakan benar, ia adalah seorang nabi. Aku sudah tahu bahwa seorang nabi akan muncul, tetapi tidak mengira ia akan berasal dari kalangan kalian. Seandainya aku tahu bahwa aku dapat menemuinya, aku ingin bertemu dengannya. Jika aku berada di sisinya, aku akan membasuh kedua kakinya. Kekuasaan beliau pasti mencapai wilayah yang berada di bawah kedua kakiku.” Kemudian ia meminta surat Rasulullah ﷺ dan membacanya. Muttafaq ‘alaih. Kisah lengkapnya telah disebutkan sebelumnya dalam bab ‘Surat kepada orang-orang kafir’.