Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 5906
وَعَن جابرٍ قَالَ: تُوُفِّيَ أَبِي وَعَلَيْهِ دَيْنٌ فَعَرَضْتُ عَلَى غُرَمَائه أَن يأخذو االتمر بِمَا عَلَيْهِ فَأَبَوْا فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: قَدْ عَلِمْتَ أَنَّ وَالِدِي استُشهدَ يَوْم أحد وَترك عَلَيْهِ دَيْنًا كَثِيرًا وَإِنِّي أُحِبُّ أَنْ يَرَاكَ الْغُرَمَاءُ فَقَالَ لِيَ: " اذْهَبْ فَبَيْدِرْ كُلَّ تَمْرٍ عَلَى نَاحِيَةٍ فَفَعَلْتُ ثُمَّ دَعَوْتُهُ فَلَمَّا نَظَرُوا إِلَيْهِ كَأَنَّهُمْ أُغْرُوا بِي تِلْكَ السَّاعَةَ فَلَمَّا رَأَى مَا يَصْنَعُونَ طَافَ حَوْلَ أَعْظَمِهَا بَيْدَرًا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ جَلَسَ عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ: «ادْعُ لِي أَصْحَابَكَ» . فَمَا زَالَ يَكِيلُ لَهُمْ حَتَّى أَدَّى اللَّهُ عَنْ وَالِدِي أَمَانَتَهُ وَأَنَا أَرْضَى أَن يُؤدِّي الله أَمَانَة وَالِدي وَلَا أرجع إِلَى أَخَوَاتِي بِتَمْرَةٍ فَسَلَّمَ اللَّهُ الْبَيَادِرَ كُلَّهَا وَحَتَّى إِني أنظر إِلى البيدر الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأَنَّهَا لم تنقصُ تَمْرَة وَاحِدَة. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Jabir meriwayatkan, “Ayahku wafat dengan meninggalkan utang. Aku menawarkan kepada para krediturnya agar mereka menerima kurma yang kami miliki sebagai pembayaran, tetapi mereka menolak. Aku menemui Nabi ﷺ dan berkata, ‘Engkau tahu bahwa ayahku gugur sebagai syahid pada Perang Uhud dan meninggalkan banyak utang. Aku ingin agar para kreditur melihatmu.’ Beliau berkata, ‘Pergilah dan pisahkan setiap jenis kurma dalam tumpukan tersendiri.’ Aku melakukannya, lalu memanggil beliau. Ketika para kreditur melihatnya, seolah-olah mereka hendak menyerangku. Nabi ﷺ mengelilingi tumpukan terbesar tiga kali, kemudian duduk di atasnya dan berkata, ‘Panggillah para krediturmu.’ Beliau terus menakar kurma untuk mereka sampai Allah melunasi utang ayahku. Aku sebenarnya sudah rela jika Allah melunasi utang ayahku meskipun tidak tersisa sebutir kurma pun untuk saudara-saudara perempuanku. Namun semua tumpukan tetap utuh; bahkan tumpukan yang diduduki Nabi ﷺ tampak tidak berkurang satu butir pun.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari.