Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 5963
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: لَمَّا قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْتَلَفُوا فِي دَفْنِهِ. فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا. قَالَ: «مَا قَبَضَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا فِي الْمَوْضِعِ الَّذِي يحبُ أَن يُدْفَنَ فِيهِ» . ادفنوه فِي موضعِ فراشِهِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Aisyah meriwayatkan bahwa setelah Rasulullah ﷺ wafat, para sahabat berbeda pendapat mengenai tempat pemakaman beliau. Abu Bakar berkata, “Aku pernah mendengar sesuatu dari Rasulullah.” Ia lalu meriwayatkan, “Allah tidak mewafatkan seorang nabi kecuali di tempat yang Dia kehendaki untuk menjadi tempat pemakamannya.” Abu Bakar berkata agar beliau dimakamkan di tempat ranjangnya berada. (At-Tirmidzi.)