Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 5977
وَعَنْ أَبِي مُوسَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَرَادَ رَحْمَةَ أُمَّةٍ مِنْ عِبَادِهِ قَبَضَ نَبِيَّهَا قَبْلَهَا فَجَعَلَهُ لَهَا فَرَطًا وَسَلَفًا بَيْنَ يَدَيْهَا وَإِذَا أَرَادَ هَلَكَةَ أُمَّةٍ عَذَّبَهَا وَنَبِيُّهَا حَيٌّ فَأَهْلَكَهَا وَهُوَ يَنْظُرُ فَأَقَرَّ عَيْنَيْهِ بِهَلَكَتِهَا حِينَ كذَّبُوه وعصَوْا أمره» . رَوَاهُ مُسلم
Abu Musa meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Apabila Allah menghendaki rahmat bagi suatu umat di antara hamba-hamba-Nya, Dia mewafatkan nabi umat itu sebelum mereka, lalu menjadikannya pendahulu yang menanti mereka. Apabila Dia menghendaki kebinasaan suatu umat, Dia menghukum mereka saat nabi mereka masih hidup dan membinasakan mereka di hadapan matanya, sebagai penyejuk hati beliau karena mereka mendustakan dan menentang perintahnya.” (Muslim.)