Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 193
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: مَنْ كَانَ مُسْتَنًّا فليستنًّ بِمَنْ قَدْ مَاتَ فَإِنَّ الْحَيَّ لَا تُؤْمَنُ عَلَيْهِ الْفِتْنَةُ. أُولَئِكَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانُوا أَفْضَلَ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَبَرَّهَا قُلُوبًا وَأَعْمَقَهَا عِلْمًا وَأَقَلَّهَا تَكَلُّفًا اخْتَارَهُمُ اللَّهُ لِصُحْبَةِ نَبِيِّهِ وَلِإِقَامَةِ دِينِهِ فَاعْرِفُوا لَهُمْ فَضْلَهُمْ وَاتَّبِعُوهُمْ عَلَى آثَارِهِمْ وَتَمَسَّكُوا بِمَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ أَخْلَاقِهِمْ وَسِيَرِهِمْ فَإِنَّهُمْ كَانُوا عَلَى الْهَدْيِ الْمُسْتَقِيمِ. رَوَاهُ رزين
Ibn Masʿūd berkata, “Jika seseorang hendak mengikuti teladan, hendaklah ia mengikuti orang-orang yang telah wafat, sebab orang yang masih hidup belum tentu selamat dari fitnah. Mereka itu adalah para sahabat Muḥammad ﷺ. Mereka adalah umat ini yang paling utama, paling bersih hatinya, paling dalam ilmunya, dan paling sedikit membebani diri. Allah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya. Maka kenalilah keutamaan mereka, ikutilah jejak mereka, dan berpeganglah semampu kalian pada akhlak serta perjalanan hidup mereka, sebab mereka berada di atas petunjuk yang lurus.” Diriwayatkan oleh Razīn.