Mishkat al-Masabih

Mishkat al-Masabih 49

Teks hadis bahasa Arab

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الذَّنْبِ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ قَالَ أَنْ تَدْعُوَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قَالَ ثمَّ أَي قَالَ ثمَّ أَن تُزَانِي بحليلة جَارك فَأنْزل الله عز وَجل تَصْدِيقَهَا (وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يزنون وَمن يفعل ذَلِك يلق أثاما) الْآيَة

Terjemahan

Dari ‘Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: Seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau menjawab, “Engkau menyeru tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.” Ia bertanya, “Lalu apa?” Beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena khawatir ia makan bersamamu.” Ia bertanya, “Lalu apa?” Beliau menjawab, “Engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia menurunkan pembenaran atas hal itu, “Orang-orang yang tidak menyeru tuhan lain bersama Allah, tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan hak, dan tidak berzina. Siapa yang melakukan itu akan mendapat hukuman”—ayat tersebut.