Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 90
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ كَانَ يحدث قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُول أَبُو هُرَيْرَة رَضِي الله عَنهُ (فطْرَة الله الَّتِي فطر النَّاس عَلَيْهَا) الْآيَة»
Abu Hurairah, semoga Allah meridainya, biasa meriwayatkan bahwa Nabi, semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya, bersabda, “Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah, yaitu pembawaan asal penciptaannya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagaimana seekor hewan melahirkan anak yang utuh, apakah kalian melihat ada bagian tubuhnya yang terpotong?” Kemudian Abu Hurairah, semoga Allah meridainya, berkata, “Fitrah Allah yang dengannya Dia menciptakan manusia,” hingga akhir ayat.