Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 4201
عَن أبي أَيُّوب قَالَ: كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُرِّبَ طَعَامٌ فَلَمْ أَرَ طَعَامًا كَانَ أَعْظَمَ بَرَكَةً مِنْهُ أَوَّلَ مَا أَكَلْنَا وَلَا أَقَلَّ بَرَكَةً فِي آخِرِهِ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ هَذَا؟ قَالَ: «إِنَّا ذَكَرْنَا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ حِينَ أَكَلْنَا ثُمَّ قَعَدَ مَنْ أَكَلَ وَلَمْ يُسَمِّ اللَّهَ فَأَكَلَ مَعَهُ الشَّيْطَانُ» . رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Abu Ayyub meriwayatkan, “Kami sedang bersama Nabi ﷺ ketika makanan dihidangkan. Aku belum pernah melihat makanan yang lebih besar berkahnya pada awal kami makan, dan lebih sedikit berkahnya pada akhirnya.” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana hal itu?” Beliau menjawab, “Kami menyebut nama Allah saat makan. Kemudian seseorang yang tidak menyebut nama Allah ikut duduk dan makan bersama kami, sehingga setan makan bersamanya.” Diriwayatkan dalam Syarh as-Sunnah.