Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 4488
وَعَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّهُ سَمِعَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُولُ: كَانَ إِبْرَاهِيمُ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ أوَّلَ النَّاس ضيَّف الضَّيْف وَأَوَّلَ النَّاسِ اخْتَتَنَ وَأَوَّلَ النَّاسِ قَصَّ شَارِبَهُ وَأَوَّلَ النَّاسِ رَأَى الشَّيْبَ فَقَالَ: يَا رَبِّ: مَا هَذَا؟ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: وَقَارٌ يَا إِبْرَاهِيمُ قَالَ: رَبِّ زِدْنِي وَقَارًا. رَوَاهُ مَالك
Yahya bin Sa'id meriwayatkan bahwa ia mendengar Sa'id bin al-Musayyab berkata, “Ibrahim, kekasih Yang Maha Pengasih, adalah orang pertama yang menjamu tamu, pertama yang dikhitan, pertama yang merapikan kumis, dan pertama yang melihat uban. Ia bertanya, ‘Wahai Tuhanku, apakah ini?’ Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi menjawab, ‘Ini adalah wibawa, wahai Ibrahim.’ Ia berkata, ‘Wahai Tuhanku, tambahkanlah wibawa bagiku.’” Diriwayatkan oleh Malik.