وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَلَيْسَ إِسْنَاده بِمُتَّصِل
Terjemahan
'Abdallah b. 'Amr melaporkan Rasulullah berkata, “Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jumat atau Kamis malam akan dilindungi oleh Tuhan dari ujian di kuburan.” Ahmad dan Tirmidhi menyebarkannya, yang terakhir mengatakan ini adalah tradisi gharib yang isnadnya tidak sepenuhnya terhubung.