وَعَن أبي بصرة الْغِفَارِيّ قَالَ: صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمُخَمَّصِ صَلَاةَ الْعَصْرِ فَقَالَ: «إِنَّ هَذِهِ صَلَاةٌ عُرِضَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَضَيَّعُوهَا فَمَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ وَلَا صَلَاةَ بَعْدَهَا حَتَّى يَطْلُعَ الشَّاهِدُ» . وَالشَّاهِد النَّجْم. رَوَاهُ مُسلم
Terjemahan
Abu Basra al-Ghifari dijo
Rasulullah memandu kami dalam shalat sore di Al-Mukhammas dan berkata, “Ini adalah doa yang diajukan kepada para pendahulunya, tetapi mereka mengabaikannya. Setiap orang yang berpegang teguh akan mendapat pahala dua kali lipat, tetapi tidak ada shalat setelahnya sampai syahid bangkit.” Ash-Shahid adalah bintang.** Tidak ada bintang tertentu yang dimaksudkan. Artinya adalah bahwa doa harus diperhatikan ketika bintang-bintang menjadi terlihat. Muslim menularkannya.