Mishkat al-Masabih
Mishkat al-Masabih 3075
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ وَالْمَرْأَةَ بِطَاعَةِ اللَّهِ سِتِّينَ سَنَةً ثُمَّ يَحْضُرُهُمَا الْمَوْتُ فَيُضَارَّانِ فِي الْوَصِيَّةِ فَتَجِبُ لَهُمَا النَّارُ» ثُمَّ قَرَأَ أَبُو هُرَيْرَةَ (مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غير مضار) إِلَى قَوْله (وَذَلِكَ الْفَوْز الْعَظِيم) رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Seorang lelaki dan perempuan dapat menaati Allah selama enam puluh tahun, tetapi menjelang wafat mereka merugikan ahli waris melalui wasiat, sehingga mereka masuk neraka.” Abu Hurairah kemudian membaca, “sesudah dipenuhi wasiat yang dibuatnya atau utangnya dengan tidak memberi mudarat […] itulah kemenangan yang agung” (Al-Qur’an 4:12). Diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.