Kami berangkat melakukan ekspedisi dengan, Rasulullah (صلى الله عليه وسلم). Kami menghadapi kesulitan (dalam mendapatkan perbekalan) sampai kami memutuskan untuk menyembelih beberapa hewan berkuda kami. Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم), memerintahkan kami untuk mengumpulkan persediaan makanan kami. Jadi kami membentangkan selembar kulit dan persediaan orang-orang dikumpulkan di atasnya. Saya meregangkan diri untuk mengukur berapa banyak itu (panjang dan lebar lembaran di mana persediaan diletakkan). Saya mengukurnya dan (menemukan) bahwa itu (dalam panjang dan lebar) (begitu besar) di mana seekor kambing bisa duduk. Kami adalah seribu empat ratus orang. Kami (semua) makan sampai kami benar-benar puas dan kemudian mengisi tas kami dengan perbekalan. Kemudian Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) berkata: Apakah ada air untuk berwudhu. Kemudian datanglah seorang pria dengan ember kecil berisi air. Dia melemparkannya ke dalam baskom. Kami semua seribu empat ratus orang melakukan wudhu menggunakan air dalam jumlah banyak. Kemudian datanglah setelah delapan orang itu dan mereka berkata: Apakah ada air untuk berwudhu? Maka Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Wudhu telah dilakukan.
Kitab Harta Hilang - Sahih Muslim 1729
Riwayat ini dari Sahih Muslim menunjukkan berkah ilahi yang mendalam yang terwujud melalui Nabi Muhammad (ﷺ). Perbanyakan ajaib perbekalan dan air berfungsi sebagai bukti nyata kenabiannya dan dukungan Allah bagi orang-orang beriman.
Komentar tentang Perbekalan
Kesulitan awal dan keputusan untuk menyembelih hewan tunggangan menggambarkan parahnya situasi mereka. Ketika para sahabat mengumpulkan perbekalan mereka yang sedikit di atas selembar kulit kecil, perbanyakan ajaib terjadi melalui berkah kehadiran dan perintah Nabi yang diberkati.
Para ulama mencatat bahwa mukjizat ini menunjukkan bagaimana kepercayaan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul-Nya mengubah kelangkaan menjadi kelimpahan. Empat belas ratus orang makan sampai kenyang dan mengisi tas mereka menunjukkan penyediaan ilahi yang lengkap di luar kebutuhan segera.
Komentar tentang Mukjizat Air
Mukjizat air juga memanifestasikan kekuatan ilahi. Air dari ember kecil cukup untuk empat belas ratus orang melakukan wudhu lengkap, dengan air tetap berlimpah. Ini menggema mukjizat nabi-nabi sebelumnya sambil mengonfirmasi kedudukan unik Muhammad (ﷺ).
Kedelapan orang yang terlambat diberi tahu bahwa wudhu sudah dilakukan menunjukkan bahwa air ajaib itu mempertahankan kualitas pemurniannya meskipun digunakan secara ekstensif, tidak seperti air biasa yang menjadi musta'mal.
Kesimpulan Ilmiah
Komentator klasik menekankan bahwa peristiwa ini menetapkan keabsahan mencari berkah melalui peninggalan dan pengingat Nabi. Mukjizat-mukjizat itu berfungsi untuk memperkuat iman, menunjukkan dukungan Allah bagi komunitas Muslim, dan mengonfirmasi kebenaran Nabi.
Riwayat ini juga mengajarkan pelajaran penting tentang kepercayaan pada penyediaan ilahi, kerja sama komunitas, dan mengenali berkah dalam kesulitan yang tampak.