Kewajiban untuk tinggal bersama Jemaat (tubuh utama) umat Islam ketika Fitn (kesengsaraan) muncul, dan dalam segala keadaan. Larangan menolak taat dan memisahkan diri dari Jemaat Sahih Muslim 1850

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا هُرَيْمُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ، قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ، عَنْ أَبِي، مِجْلَزٍ عَنْ جُنْدَبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏مَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَدْعُو عَصَبِيَّةً أَوْ يَنْصُرُ عَصَبِيَّةً فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ ‏"
Terjemahan
Telah diriwayatkan tentang kewibawaan Ibnu 'Abdullah al-Bajali bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata

Seseorang yang dibunuh di bawah panji orang yang buta (untuk tujuan yang adil), yang mengangkat slogan keluarga atau mendukung sukunya sendiri, meninggal karena kematian orang yang berasal dari zaman Jahiliyya.