Dianjurkan bagi tentara untuk bersumpah setia kepada penguasa ketika berniat untuk berperang, dan catatan Bay'at Ar-Ridwan di bawah pohon Sahih Muslim 1856 c
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، سَمِعَ جَابِرًا، يُسْأَلُ كَمْ كَانُوا يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ قَالَ كُنَّا أَرْبَعَ عَشْرَةَ مِائَةً فَبَايَعْنَاهُ وَعُمَرُ آخِذٌ بِيَدِهِ تَحْتَ الشَّجَرَةِ وَهِيَ سَمُرَةٌفَبَايَعْنَاهُ غَيْرَ جَدِّ ابْنِ قَيْسٍ الأَنْصَارِيِّ اخْتَبَأَ تَحْتَ بَطْنِ بَعِيرِهِ
Terjemahan
Telah diriwayatkan tentang otoritas Abu Zubair yang mendengar Jabir ditanyai berapa banyak orang yang ada di sana pada Hari Hudaibiya. Dia menjawab
Kami berusia empat belas ratus. Kami bersumpah setia kepadanya, dan Umar memegang tangannya saat dia duduk di bawah pohon (untuk mengucapkan sumpah). Pohon itu adalah samura (pohon liar yang ditemukan di gurun). Semua orang mengambil sumpah kesetiaan di tangannya kecuali Jadd b. Qais al-Ansari yang menyembunyikan dirinya di bawah perut untanya.