Keutamaan Martir dalam hal Allah Sahih Muslim 1878 a
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَاسِطِيُّ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي،
صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قِيلَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَا يَعْدِلُ الْجِهَادَ
فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ " لاَ تَسْتَطِيعُونَهُ " . قَالَ فَأَعَادُوا عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا
كُلُّ ذَلِكَ يَقُولُ " لاَ تَسْتَطِيعُونَهُ " . وَقَالَ فِي الثَّالِثَةِ "مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ
الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللَّهِ لاَ يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ وَلاَ صَلاَةٍ حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ
اللَّهِ تَعَالَى " .
Terjemahan
Telah diriwayatkan tentang kewibawaan Abu Huraira yang mengatakan
Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) ditanya: Perbuatan apa yang bisa setara dengan Jihad di jalan Allah, Yang Maha Esa dan Maha Mulia? Dia menjawab: Kamu tidak memiliki kekuatan untuk melakukan perbuatan itu. Narator berkata: Mereka mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali. Setiap kali dia menjawab: Anda tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya. Ketika pertanyaan itu diajukan untuk ketiga kalinya, dia berkata: Seseorang yang keluar untuk berjihad adalah seperti orang yang berpuasa, berdiri dalam shalat (terus-menerus), (taat) Allah (perintah yang terkandung dalam) ayat-ayat (Al-Qur'an), dan tidak menunjukkan kelesuan dalam puasa dan shalat sampai Mujahid kembali dari Jihad di jalan Allah. Yang Maha Mulia.