Kebajikan Jihad dan mengawasi perbatasan Sahih Muslim 1888 b

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَطَاءِ، بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ قَالَ رَجُلٌ أَىُّ النَّاسِ أَفْضَلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ‏"‏مُؤْمِنٌ يُجَاهِدُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ‏"‏ ثُمَّ رَجُلٌ مُعْتَزِلٌ فِي شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ يَعْبُدُ رَبَّهُ وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Telah diriwayatkan (melalui rantai yang berbeda-beda) pada otoritas yang sama (yaitu Abu Sa'id Khadri) yang mengatakan

Seorang pria bertanya: "Rasulullah, siapa di antara manusia yang terbaik? Dia berkata: Seorang mukmin yang berjuang mempertaruhkan nyawanya dan menghabiskan kekayaannya di jalan Allah. Dia bertanya: Siapa yang berada di sebelahnya (dalam keunggulan)? Dia berkata: Di sebelahnya ada seorang pria yang hidup terpencil di ngarai gunung, menyembah Tuhannya dan menyelamatkan orang-orang dari kejahatannya.