Orang yang membunuh orang kemudian tetap berada di jalan yang benar Sahih Muslim 1891 b
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَوْنٍ الْهِلاَلِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ الْفَزَارِيُّ، إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ
عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه
وسلم "لاَ يَجْتَمِعَانِ فِي النَّارِ اجْتِمَاعًا يَضُرُّ أَحَدُهُمَا الآخَرَ " . قِيلَ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ
اللَّهِ قَالَ " مُؤْمِنٌ قَتَلَ كَافِرًا ثُمَّ سَدَّدَ "
Terjemahan
Telah diriwayatkan tentang kewibawaan Abu Huraira bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda
Tidak ada dua orang seperti itu yang akan bersama-sama di Neraka seolah-olah salah satu dari mereka sedemikian rupa sehingga kehadirannya menyakiti yang lain. Ditanyakan: Rasulullah, siapakah mereka? Dia berkata: Seorang beriman yang membunuh orang dan (kemudian) tetap berada di jalan yang benar."