Kebajikan penguasa yang adil dan hukuman seorang tiran; Dorongan untuk memperlakukan orang-orang di bawah otoritas seseorang dengan kebaikan hati dan larangan untuk menyebabkan mereka kesulitan Sahih Muslim 142 g
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا وَقَالَ الآخَرَانِ، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، أَنَّإِنِّي مُحَدِّثُكَ بِحَدِيثٍ لَوْلاَ أَنِّي فِي الْمَوْتِ لَمْ أُحَدِّثْكَ بِهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ "مَا مِنْ أَمِيرٍ يَلِي أَمْرَ الْمُسْلِمِينَ ثُمَّ لاَ يَجْهَدُ لَهُمْ وَيَنْصَحُ إِلاَّ لَمْ يَدْخُلْ مَعَهُمُ الْجَنَّةَ " .
Terjemahan
Telah diriwayatkan tentang kewibawaan Abu Malik bahwa Ubaidullah b. Ziyad mengunjungi Ma'qil b. Yaser dalam penyakit yang terakhir. Ma'qil berkata kepadanya
Saya menceritakan kepada Anda sebuah tradisi. Jika saya tidak berada di pintu kematian, saya tidak akan menceritakannya kepada Anda. Aku mendengar Rasulullah radhiyallahu 'Nya berkata: Seorang penguasa yang, setelah menguasai urusan umat Islam, tidak berjuang untuk perbaikan mereka dan tidak melayani mereka dengan tulus tidak akan masuk surga bersama mereka.