Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah yang dengannya Dia menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dan mereka tidak gerhana karena kematian salah satu pun dari orang-orang itu. Maka apabila kamu melihat sesuatu tentang mereka, berjagalah shalat, berdoalah kepada Allah sampai dibersihkan darimu.
Kitab Doa - Gerhana
Sahih Muslim 911 a
Penjelasan Hadis
Hadis mulia ini menetapkan bahwa gerhana matahari dan bulan adalah di antara tanda-tanda besar kekuasaan Allah, berfungsi sebagai peringatan ilahi untuk membangunkan hamba-hamba-Nya dari kelalaian dan mengingatkan mereka akan Akhirat. Mereka bukan fenomena alam yang terjadi karena kematian siapa pun, seperti yang dipercayai secara keliru dalam kebodohan pra-Islam.
Ketika menyaksikan peristiwa langit ini, respons yang ditetapkan adalah beralih kepada Allah melalui doa dan permohonan, menunjukkan ketergantungan sepenuhnya pada Sang Pencipta daripada ciptaan. Doa gerhana adalah tindakan ibadah kolektif di mana umat Islam berkumpul di masjid, merendahkan diri di hadapan Allah dan mencari perlindungan-Nya dari hukuman.
Instruksi untuk terus berdoa dan memohon hingga gerhana berakhir mengajarkan ketekunan dalam pengabdian dan memperkuat bahwa hanya Allah yang mengendalikan tatanan kosmik. Praktik ini mengubah fenomena alam menjadi peluang untuk pembaruan spiritual dan peningkatan kesadaran akan Tuhan.
Keputusan Hukum yang Diperoleh
Doa gerhana adalah Sunnah yang dikukuhkan (Sunnah Mu'akkadah) yang dilakukan secara berjamaah di masjid.
Doa terdiri dari dua rakaat dengan berdiri, rukuk, dan sujud yang diperpanjang, mengikuti contoh Nabi.
Selama gerhana, umat Islam harus terlibat dalam dzikir (mengingat Allah), doa (permohonan), dan mencari pengampunan hingga fenomena itu berakhir.
Disarankan untuk memberikan sedekah dan membebaskan budak (dalam konteks yang berlaku) sebagai tindakan mencari keridhaan Allah selama waktu ini.