Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian salah satu dari orang-orang itu, tetapi itu adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Jadi ketika Anda melihatnya, berdirilah dan amati doa.
Kitab Doa - Gerhana
Sahih Muslim 911 b
Teks Hadis
Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang dari manusia, tetapi keduanya adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Maka ketika kamu melihatnya, berdirilah dan laksanakan shalat.
Komentar Ilmiah
Hadis mulia ini dari Sahih Muslim mengandung hikmah yang mendalam mengenai fenomena langit. Nabi ﷺ secara tegas membantah takhayul pra-Islam bahwa gerhana terjadi karena kematian orang-orang terkemuka. Kepercayaan palsu ini umum di kalangan Arab Jahiliyyah.
Penjelasan bahwa gerhana adalah "di antara tanda-tanda Allah" menetapkannya sebagai fenomena alam yang menunjukkan kekuasaan dan hikmah sempurna Allah dalam mengatur alam semesta. Mereka berfungsi sebagai pengingat akan keagungan Sang Pencipta dan seharusnya menginspirasi refleksi dan kerendahan hati pada orang beriman.
Perintah untuk "berdiri dan laksanakan shalat" selama gerhana mengubah peristiwa alam ini menjadi kesempatan untuk pembaruan spiritual. Shalat gerhana (Salat al-Kusuf) adalah ibadah komunal di mana umat Islam berkumpul untuk mencari rahmat Allah, mengingat kebesaran-Nya, dan berpaling kepada-Nya dalam doa.
Ajaran ini mencontohkan pendekatan rasional Islam terhadap fenomena alam sambil sekaligus memberikan makna spiritual. Ini mengalihkan perhatian manusia dari penjelasan takhayul menuju penyembahan Tuhan Yang Maha Esa yang mengendalikan semua ciptaan.