وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَمْرٌو النَّاقِدُ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَابْنُ، نُمَيْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِذَا رَأَيْتُمُ الْجَنَازَةَ فَقُومُوا لَهَا حَتَّى تُخَلِّفَكُمْ أَوْ تُوضَعَ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan tentang kewibawaan Jabir ibn 'Abdullah

Di sana lewat sebuah bier dan Nabi (صلى الله عليه وسلم) membelanya dan kami juga berdiri bersamanya. Kami berkata: Rasulullah, itu adalah bier seorang Yahudi. Atas hal ini dia berkomentar: Sesungguhnya, kematian adalah masalah yang menakutkan, jadi setiap kali Anda menemukan bier, berdirilah.

Comment

Kitab Doa - Pemakaman

Sahih Muslim 960 a

Teks Hadis

Ada sebuah keranda lewat dan Nabi (ﷺ) berdiri untuknya dan kami juga berdiri bersamanya. Kami berkata: Wahai Utusan Allah, itu adalah keranda seorang wanita Yahudi. Atas ini beliau berkomentar: Sesungguhnya, kematian adalah hal yang mengejutkan, jadi kapan pun kamu menjumpai keranda, berdirilah.

Komentar

Hadis ini menunjukkan penghormatan universal yang diperintahkan Islam untuk semua manusia pada saat kematian, terlepas dari keyakinan mereka. Tindakan Nabi menetapkan bahwa berdiri untuk prosesi pemakaman bukanlah tindakan pemujaan agama untuk almarhum, melainkan pengakuan atas keseriusan dan kesungguhan kematian itu sendiri.

Klarifikasi para sahabat bahwa itu adalah pemakaman wanita Yahudi menyoroti pemahaman mereka bahwa kehormatan seperti itu biasanya disediakan untuk Muslim. Tanggapan Nabi melampaui batas agama, mengajarkan bahwa martabat manusia dalam kematian adalah universal. Kematian (mawt) yang digambarkan sebagai "keterkejutan" (faza') menekankan rasa takjub dan keseriusan yang mendalam dengan mana Muslim harus memandang realitas tertinggi ini yang menunggu setiap jiwa.

Keputusan ini berlaku untuk semua prosesi pemakaman yang dijumpai, membuat berdiri sebagai sunnah wajib yang menunjukkan penghormatan komunitas terhadap kesucian kehidupan manusia dan kesungguhan perjalanan kematian.