Neraka dan Surga menjadi pertikaian dan Neraka berkata: Aku telah dikecewakan oleh yang sombong dan angkuh. Dan Firdaus berkata: Apa masalahnya denganku bahwa orang yang lemah lembut dan rendah hati di antara orang-orang dan yang tertindas dan yang sederhana masuk ke dalam Aku? Maka Allah berfirman kepada surga: Engkau adalah (sarana) rahmat-Ku yang dengannya Aku berbelas kasihan kepada hamba-hamba-Ku yang kehendaki-Ku, dan Dia berkata kepada neraka: Kamu adalah (sarana) azab yang dengannya 1 menghukum hamba-hamba-Ku yang menghendaki. Anda berdua akan kenyang. Kerusuhan neraka akan dipenuhi sampai Allah meletakkan kaki-Nya di dalamnya. Neraka akan berkata: Cukup, cukup, cukup, dan pada saat itu akan diisi, semua bagiannya terintegrasi bersama.
Perselisihan Antara Surga dan Neraka
Narasi mendalam dari Sahih Muslim 2846 b dalam "Kitab Surga, Deskripsinya, Nikmatnya, dan Penghuninya" ini mengungkapkan dialog yang luar biasa antara Surga dan Neraka. Neraka membanggakan diri karena menerima orang-orang yang sombong dan angkuh, sementara Surga mengungkapkan keheranan karena menerima orang-orang yang rendah hati dan lemah lembut. Ini menunjukkan keadilan ilahi di mana setiap alam menerima penghuni sesuai dengan keadaan spiritual dan perbuatan mereka.
Ketetapan dan Tujuan Ilahi
Tanggapan Allah menetapkan tujuan mendasar dari kedua alam: Surga sebagai manifestasi Rahmat Ilahi dan Neraka sebagai instrumen Keadilan Ilahi. Perbedaan ini memperjelas bahwa tidak ada alam yang beroperasi secara independen tetapi berfungsi sebagai alat dari kebijaksanaan dan penghakiman Allah yang sempurna.
Pernyataan bahwa "keduanya akan penuh" menegaskan kelengkapan perencanaan ilahi dan pemenuhan ketetapan Allah yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak ada dalam ciptaan yang tetap tidak terpakai atau tidak lengkap dalam skema ilahi.
Pengisian Neraka
Deskripsi tentang Neraka yang tidak terisi sampai Allah meletakkan kaki-Nya di dalamnya mengandung makna teologis yang dalam. Ulama klasik menafsirkan ini sebagai indikasi pemenuhan akhir dari keadilan ilahi dan penyelesaian penghakiman Allah yang telah ditentukan sebelumnya.
Teriakan Neraka "cukup" menunjukkan bahwa bahkan alam hukuman beroperasi dalam batas-batas ilahi dan mengakui ketika kapasitasnya untuk keadilan telah terpenuhi dengan sempurna sesuai dengan kebijaksanaan Allah yang tak terbatas.