حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ احْتَجَّتِ النَّارُ وَالْجَنَّةُ فَقَالَتْ هَذِهِ يَدْخُلُنِي الْجَبَّارُونَ وَالْمُتَكَبِّرُونَ ‏.‏ وَقَالَتْ هَذِهِ يَدْخُلُنِي الضُّعَفَاءُ وَالْمَسَاكِينُ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِهَذِهِ أَنْتِ عَذَابِي أُعَذِّبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ - وَرُبَّمَا قَالَ أُصِيبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ - وَقَالَ لِهَذِهِ أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمَا مِلْؤُهَا ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Haritha b. Wahb melaporkan bahwa dia mendengar Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Bolehkah saya tidak memberi tahu Anda tentang para tahanan Firdaus? Mereka berkata: Lakukan ini, tentu saja. Maka Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Setiap orang yang rendah hati yang dianggap rendah hati jika dia mengadili dengan nama Allah, Dia akan memenuhinya. Dia kemudian berkata: Bolehkah saya tidak memberitahukan kepada Anda tentang penghuni Api Neraka? Mereka menjawab: Ya. Dan dia berkata: Setiap orang yang angkuh, gemuk dan sombong.

Comment

Kitab Surga, Deskripsinya, Nikmatnya, dan Penghuninya

Sahih Muslim - Hadis 2853a

Teks Hadis

Bolehkah aku tidak memberitahumu tentang penghuni Surga? Mereka berkata: Lakukan ini, tentu saja. Kemudian Rasulullah (ﷺ) bersabda: Setiap orang yang rendah hati yang dianggap rendah hati jika ia bersumpah atas nama Allah, Dia akan memenuhinya. Kemudian dia berkata: Bolehkah aku tidak memberitahumu tentang penghuni Neraka? Mereka berkata: Ya. Dan dia berkata: Setiap orang yang sombong, gemuk, dan bangga.

Komentar Ilmiah

Hadis mulia ini dari Sahih Muslim membedakan antara penghuni Surga dan Neraka melalui karakteristik moral mereka. Orang-orang Surga digambarkan sebagai mustada'af - mereka yang rendah hati, lemah lembut, dan dianggap tidak penting dalam hal duniawi. Kerendahan hati mereka di hadapan Allah sedemikian rupa sehingga ketika mereka bersumpah dengan-Nya, Dia menghormati sumpah mereka karena ketulusan dan kebenaran mereka.

Penghuni Neraka dicirikan oleh tiga sifat: jabbār (tiran), 'annān (keras kepala dalam kesalahan), dan mustakbir (sombong). Kualitas-kualitas ini mewakili manifestasi berbeda dari kesombongan terhadap perintah ilahi. Istilah "gemuk" yang disebutkan tidak hanya merujuk pada obesitas fisik tetapi melambangkan mereka yang membengkak dengan kesombongan dan keangkuhan, yang hatinya telah mengeras terhadap kebenaran.

Ajaran ini menekankan bahwa pangkat spiritual ditentukan oleh kualitas batin daripada penampilan luar atau status duniawi. Kerendahan hati membuka pintu penerimaan ilahi, sementara kesombongan menghalangi seseorang dari rahmat. Gaya pertanyaan retoris Nabi melibatkan pendengar dan menekankan pentingnya perbedaan spiritual mendasar ini.