حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي وَمُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، ح وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ أَعْيَنَ، ح وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، كُلُّهُمْ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، ح وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ، حَاتِمٍ - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، حَدَّثَنَا قَيْسٌ، قَالَ سَمِعْتُ مُسْتَوْرِدًا، أَخَا بَنِي فِهْرٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ - وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ - فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي حَدِيثِهِمْ جَمِيعًا غَيْرَ يَحْيَى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ذَلِكَ ‏.‏ وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ عَنِ الْمُسْتَوْرِدِ بْنِ شَدَّادٍ أَخِي بَنِي فِهْرٍ وَفِي حَدِيثِهِ أَيْضًا قَالَ وَأَشَارَ إِسْمَاعِيلُ بِالإِبْهَامِ ‏.‏
Terjemahan
Hadits ini telah diriwayatkan melalui lima rantai pemancar yang berbeda dan semuanya diriwayatkan atas kewibawaan Mustaurid, saudara Bani Fihr, yang dikatakan oleh Rasulullah (صلى الله عليه وسلم)

Demi Allah, dunia ini (sangat tidak penting jika dibandingkan) dengan akhirat sehingga jika salah seorang dari kamu mencelupkan jarinya (dan mengatakan ini Yahyg menunjuk dengan jari telunjuknya) ke dalam lautan dan kemudian dia harus melihat apa yang menempel padanya. Hadis ini telah diriwayatkan melalui rantai pemancar lain juga tetapi dengan sedikit variasi kata-kata.

Comment

Kitab Surga, Deskripsinya, Nikmatnya, dan Penghuninya

Sahih Muslim 2858 - Komentar oleh Imam An-Nawawi

Ketidakberartian Dunia Ini

Hadis yang mendalam ini menggambarkan ketidakberartian total dunia sementara (dunia) dibandingkan dengan Akhirat yang abadi. Rasulullah ﷺ menggunakan analogi nyata ini agar bahkan orang beriman yang paling sederhana pun dapat memahami perbedaan besar antara kedua alam ini.

Pencelupan jari seseorang di lautan luas mewakili keseluruhan pencarian, kesenangan, dan harta duniawi. Jumlah air yang sangat kecil yang menempel di ujung jari melambangkan nilai sebenarnya dari dunia ini dalam skala ilahi. Sama seperti setetes air tidak berarti dibandingkan dengan luasnya lautan, begitu pula dunia ini dibandingkan dengan nikmat abadi Surga.

Implikasi Spiritual

Ajaran ini berfungsi untuk mengarahkan kembali hati orang beriman dari keterikatan duniawi menuju realitas abadi. Orang yang bijak adalah dia yang berinvestasi pada apa yang tetap (Akhirat) daripada apa yang binasa (dunia ini).

Gerakan menggunakan jari telunjuk menekankan ketepatan perbandingan ini dan mengundang kontemplasi mendalam. Para ulama mencatat bahwa hadis ini harus membangunkan kita dari kelalaian kita dan mengingatkan kita bahwa kesuksesan tertinggi kita terletak pada memprioritaskan yang abadi di atas yang sementara.

Aplikasi Praktis

Biarkan ajaran ini memoderasi keterlibatan Anda dengan urusan duniawi. Gunakan dunia sebagai jembatan menuju Akhirat, bukan sebagai tujuan akhir. Setiap tindakan duniawi yang diizinkan dapat diubah menjadi ibadah melalui niat yang benar.

Ingatlah bahwa nilai sebenarnya dari dunia ini hanya terletak pada kemampuannya untuk berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keridhaan Allah dan taman-taman abadi Surga, yang kenikmatannya tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbayangkan oleh hati manusia.