Orang-orang akan berkumpul pada Hari Kebangkitan tanpa alas kaki, telanjang dan tidak bersunat. Aku berkata: Rasulullah, apakah laki-laki dan perempuan akan bersama-sama pada hari itu dan apakah mereka akan saling memandang? Atas hal ini Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: 'Aisyah, masalahnya akan terlalu serius bagi mereka untuk saling memandang.
Kitab Surga, Deskripsinya, Nikmatnya, dan Penghuninya
Sahih Muslim 2859 a - Komentar oleh Imam An-Nawawi
Keadaan Kebangkitan
Deskripsi Nabi tentang orang-orang yang dibangkitkan tanpa alas kaki, telanjang, dan tidak disunat menunjukkan pencabutan total hiasan dan perbedaan duniawi. Semua akan berdiri setara di hadapan Allah dalam keadaan primordial mereka, menunjukkan bahwa tidak ada status atau kepemilikan duniawi yang akan berguna pada Hari itu.
Keadaan tidak disunat merujuk pada kembali ke penciptaan alami seseorang seperti saat pertama kali lahir, menekankan bahwa semua perbedaan dan modifikasi manusia akan dihapus, meninggalkan semua orang dalam kemanusiaan esensial mereka di hadapan Pengadilan Ilahi.
Kegawatan Situasi
Ketika Lady Aisha bertanya tentang pria dan wanita saling memandang dalam keadaan ini, respons Nabi mengungkapkan keseriusan mendalam Hari Penghakiman. Rasa kagum, takut, dan besarnya peristiwa yang luar biasa akan mengonsumsi perhatian orang sepenuhnya.
Keprihatinan mereka akan secara eksklusif terfokus pada perhitungan dan nasib mereka sendiri, tidak menyisakan ruang untuk gangguan duniawi atau pandangan yang tidak pantas. Teror berdiri di hadapan Yang Mahakuasa akan mendominasi semua pertimbangan lainnya.
Pelajaran Spiritual
Narasi ini mengajarkan kerendahan hati dan mengingatkan orang beriman bahwa semua perbedaan duniawi adalah sementara. Ini mendorong untuk fokus pada persiapan spiritual daripada penampilan fisik atau status sosial.
Hadis ini juga menekankan pentingnya kesopanan di dunia ini sambil menjelaskan bahwa Dunia Akhirat beroperasi menurut prinsip-prinsip yang berbeda di mana keadaan spiritual mengatasi keadaan fisik.