حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Ibnu 'Umar melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda.

Apabila salah seorang di antara kamu mati, dia diperlihatkan tempat duduknya (di akhirat) pagi dan sore. jika dia termasuk di antara para tahanan surga (dia diperlihatkan tempat duduk) dari antara para tahanan surga dan jika dia adalah salah satu dari antara penghuni Neraka (dia diperlihatkan tempat duduk) dari antara penghuni Neraka, dan akan dikatakan kepadanya: Itu adalah tempat dudukmu sampai Allah membangkitkan kamu pada hari kiamat (dan mengirim kamu ke tempat dudukmu yang seharusnya).

Comment

Kitab Surga, Deskripsinya, Nikmatnya, dan Penghuninya

Sahih Muslim 2866 a - Komentar oleh Imam An-Nawawi

Teks Hadis

Ketika salah satu dari kalian meninggal, dia diperlihatkan tempat duduknya (di Akhirat) pagi dan sore; jika dia termasuk penghuni Surga (dia diperlihatkan tempat duduk) dari penghuni Surga dan jika dia termasuk penghuni Neraka (dia diperlihatkan tempat duduk) dari penghuni Neraka, dan akan dikatakan kepadanya: Itulah tempat dudukmu sampai Allah membangkitkanmu pada Hari Kebangkitan (dan mengirimmu ke tempat dudukmu yang sebenarnya).

Komentar Ilmiah

Hadis mulia ini mengungkapkan keadaan almarhum di Barzakh (alam antara). Penunjukkan terjadi dua kali sehari - pagi dan sore - untuk mengingatkan jiwa akan tujuan akhirnya. Bagi orang beriman, penglihatan ini membawa kenyamanan dan antisipasi akan rahmat ilahi. Bagi orang kafir, ini berfungsi sebagai peringatan dan penyesalan yang terus-menerus.

"Tempat duduk" mengacu pada tempat tinggal permanen yang disiapkan untuk setiap jiwa di Surga atau Neraka. Pratinjau ini terjadi di kubur, di mana jiwa mengalami perluasan atau penyempitan berdasarkan keadaan spiritualnya. Para ulama menyebutkan bahwa penglihatan ini memperkuat iman orang beriman dan meningkatkan kerinduan mereka akan keridhaan Allah.

Frasa "sampai Allah membangkitkanmu" menunjukkan sifat sementara dari pratinjau ini, menunggu keputusan akhir pada Yawm al-Qiyamah. Ini menunjukkan keadilan dan rahmat Allah yang sempurna, memberikan setiap jiwa pengetahuan sebelumnya tentang takdirnya sambil mempertahankan keputusan akhir di Tangan Ilahi.

Pelajaran Spiritual

Ajaran ini seharusnya meningkatkan kesadaran kita akan kematian dan pertanggungjawaban. Ini mengingatkan kita bahwa tindakan kita di dunia ini secara langsung menentukan tempat tinggal abadi kita. Orang beriman harus berusaha untuk perbuatan baik yang mengarah ke Surga, sambil menghindari apa yang membuat Allah marah.

Penunjukkan yang terus-menerus menekankan bahwa kematian bukanlah akhir tetapi transisi ke keadaan eksistensi lain di mana kita tetap sadar akan tujuan akhir kita. Pengetahuan ini seharusnya memotivasi kita untuk hidup dengan tujuan, mencari keridhaan Allah dalam semua hal.